Pasokan bijih besi yang meningkat dari produsen utama Australia dikombinasikan dengan penumpukan stok di pelabuhan-pelabuhan China menciptakan tekanan jual yang signifikan di pasar global. Kondisi oversupply ini memicu penurunan harga yang berkelanjutan, mencatat periode paling buruk sejak 2022 berdasarkan data mingguan. Bloomberg melaporkan bahwa dinamika tersebut mencerminkan perubahan fundamental dalam struktur penawaran, dengan negara Asia menghadapi tantangan absorpsi inventaris yang terus bertambah. Pergeseran ini menandakan melemahnya permintaan di tengah normalisasi kapasitas produksi