Belakangan ini, AUD/USD bergerak cukup agresif, sejak awal tahun hingga sekarang naik sebesar 8,4%, dan kenaikan ini termasuk dalam kategori "meledak" di pasar valuta asing. Deutsche Bank dan National Australia Bank sama-sama mengeluarkan prediksi yang ambisius — pada akhir tahun 2026, kurs dolar AS terhadap dolar Australia mungkin mencapai 0,71, yang berarti AUD masih memiliki ruang untuk apresiasi lebih lanjut.
Mengapa AUD tiba-tiba begitu kuat?
Kalau dipikir-pikir, ini sebenarnya sederhana, yaitu karena bank sentral Australia dan Amerika Serikat memiliki "sikap yang berbeda".
Di Australia, kekhawatiran muncul karena inflasi yang rebound, dan risalah rapat Desember mengindikasikan sinyal hawkish, sehingga pasar umumnya memperkirakan bank sentral Australia akan menaikkan suku bunga pada 2026. Sedangkan di pihak Federal Reserve? Siklus penurunan suku bunga harus terus berlanjut, dan diperkirakan akan ada dua kali penurunan suku bunga pada 2026. Satu kemungkinan akan menaikkan suku bunga, sementara yang lain tetap menurunkan — selisih suku bunga yang melebar membuat AUD secara alami menjadi lebih berharga.
Selain itu, ada faktor pendorong lain: pasar komoditas yang sedang "bullish". Emas, perak, tembaga, dan komoditas besar lainnya...